Kipas angin yang mengeluarkan suara kasar, gemuruh, atau “klotok-klotok” adalah masalah yang sangat mengganggu kenyamanan di dalam ruangan. Seringkali, masalah ini diabaikan hingga akhirnya kipas macet total. Banyak yang mengira ini adalah tanda kerusakan dinamo yang parah, padahal sumber masalahnya seringkali berasal dari komponen kecil yang aus: bearing kipas angin. Mengenali tanda-tanda kerusakan bearing sejak dini adalah kunci untuk perbaikan yang mudah dan murah.
Mengganti bearing kipas angin atau laher adalah salah satu servis tingkat menengah yang bisa mengembalikan performa kipas menjadi seperti baru. Daripada membuang kipas yang motornya masih bagus, memahami masalah pada komponen vital ini akan menghemat pengeluaran Anda. Artikel ini akan membahas tuntas lima tanda pasti kerusakan bearing kipas angin dan bagaimana cara memilih pengganti yang tepat.
Jadi Pembeli Cerdas dalam Sekejap! Kuasai 7 Trik Ini dan Dapatkan Kipas Angin Terbaik
Apa Itu Bearing Kipas Angin dan Fungsinya?

Bearing kipas angin (atau laher) adalah komponen mekanis yang berfungsi sebagai bantalan bagi poros (as) dinamo yang berputar. Fungsinya sangat krusial: mengurangi gesekan dan menopang poros agar dapat berputar dengan mulus, stabil, dan senyap pada kecepatan tinggi. Ada dua jenis utama yang umum digunakan: ball bearing (menggunakan bola-bola baja) yang lebih awet, dan sleeve bushing (berbentuk selongsong logam) yang lebih umum pada kipas ekonomis.
5 Tanda Pasti Bearing Kipas Angin Anda Minta Diganti
Jika kipas angin Anda menunjukkan salah satu dari lima gejala ini, segera lakukan pemeriksaan pada bagian bearing-nya.
1. Suara Kasar, Gemuruh, atau “Klotok-Klotok”
Ini adalah gejala paling utama dan paling mudah dikenali. Suara motor yang tadinya halus berubah menjadi kasar atau gemuruh (seperti geraman). Terkadang juga terdengar bunyi “klotok-klotok” saat kipas mulai berputar atau saat dimatikan. Suara ini muncul karena bola-bola baja di dalam bearing sudah aus, atau rumah bearing sudah longgar, sehingga menimbulkan getaran dan benturan internal.
2. Putaran Kipas Terasa Berat dan Lambat
Bearing yang rusak atau kering pelumasnya akan menciptakan gesekan yang sangat besar. Akibatnya, putaran poros dinamo menjadi seret dan berat. Anda akan merasakan hembusan angin melemah secara signifikan meskipun sudah disetel pada kecepatan tertinggi. Kipas seolah-olah “tidak bertenaga” karena energinya habis untuk melawan gesekan pada bearing yang rusak.
3. Poros Baling-Baling Goyang atau Oblak
Untuk memeriksa ini, pastikan kipas mati dan tidak terhubung ke listrik. Coba pegang poros tempat baling-baling terpasang, lalu goyangkan ke atas-bawah dan ke depan-belakang. Jika poros terasa longgar, goyang, atau “oblak”, ini adalah tanda pasti bahwa bearing kipas angin sudah aus parah dan tidak lagi mampu memegang poros dengan presisi.
4. Dinamo Cepat Panas (Overheat)
Gesekan berlebih yang disebabkan oleh bearing rusak akan menghasilkan panas. Panas ini akan menjalar ke seluruh bodi dinamo. Jika Anda merasa rumah motor kipas terasa jauh lebih panas dari biasanya setelah beroperasi sesaat, ini bisa menjadi indikasi bahwa bearing bekerja terlalu keras. Panas berlebih yang dibiarkan dapat merusak gulungan dinamo.
5. Kipas Macet Total dan Hanya Mendengung
Ini adalah tahap kerusakan paling parah. Bearing yang sudah hancur atau macet total akan mengunci poros sehingga tidak bisa berputar sama sekali. Saat dinyalakan, dinamo akan menerima listrik dan berusaha berputar (ditandai dengan suara mendengung), namun tidak berhasil karena tertahan oleh bearing yang macet. Kondisi ini sangat berbahaya dan harus segera ditangani untuk mencegah dinamo terbakar.
Seberapa Efektif Gel Pendinginnya? Bongkar Tuntas Cara Kerja Kipas Angin AC di Sini
Tabel Ukuran Umum Bearing Kipas Angin
Berikut adalah beberapa kode ukuran bearing yang umum digunakan pada kipas angin di pasaran:
| Jenis Kipas Angin | Ukuran Bearing Umum (Kode) |
|---|---|
| Kipas Angin Meja/Dinding (Umum) | 608 / 608Z / 608ZZ |
| Kipas Angin Berdiri (Ukuran Besar) | 6201 / 6201Z / 6201ZZ |
| Exhaust Fan / Kipas Industri Kecil | 6202 / 6202Z / 6202ZZ |
Tips Memilih Bearing Kipas Angin Pengganti
- Samakan Kode Bearing: Aturan paling wajib. Kode yang tertera di bearing lama (misalnya 608ZZ) harus sama persis dengan yang baru.
- Pilih Merek Terpercaya: Investasikan pada bearing dari merek yang sudah dikenal kualitasnya (misalnya NKN, SKF, FAG). Bearing berkualitas buruk akan cepat rusak kembali.
- Perhatikan Penutupnya: Kode Z atau ZZ berarti bearing ditutup pelat besi. Kode RS atau 2RS berarti ditutup segel karet yang lebih baik dalam menahan debu.
Pahlawan Sunyi di Ruangan Anda. Ini Cara Memilih Kipas Gantung dengan Suara Paling Halus
Kesimpulan: Pentingnya Kualitas Bearing Kipas Angin
Pada akhirnya, suara halus dan putaran lancar dari sebuah kipas angin sangat bergantung pada kesehatan bearing kipas angin. Mengabaikan gejala kerusakan seperti suara kasar akan berujung pada kerusakan dinamo yang lebih parah dan mahal. Dengan mengenali lima tanda di atas, Anda bisa lebih proaktif dalam melakukan perbaikan. Mengganti bearing adalah solusi cerdas untuk membuat kipas Anda kembali senyap, awet, dan berfungsi seperti baru. Baik itu kipas biasa maupun kipas angin blower, kualitas bearing adalah kuncinya.
Tertarik melihat bagaimana produk kami bisa membantu bisnis Anda? Lihat detail produk kami di Katalog Inaproc IndoTech Global



